berita dunia farmasi

Loading...

12 Februari 2015

Peran Dokter dan Apoteker Dalam Proses Penyerahan Obat

Buat para konsumen kesehatan yang belum bisa membedakan peran antara dokter dan apoteker, berikut penjelasannya :

DOKTER
Dokter bertanggungjawab terhadap hal-hal berikut :
  • Diagnosis: dengan memastikan diagnosis yang tepat yang dijelaskan kepada pasien, kepatuhan terhadap terapi akan lebih baik
  • Peresepan: Dengan meresepkan obat dalam jumlah sesedikit mungkin dan menerangkan tujuan penggunaan dari masing-masing obat kepada pasien, pengertian pasien akan meningkat.
  • Informasi obat: Pemberi resep harus menerangkan bagaimana cara pakai setiap obat, efek samping yang mungkin terjadi, dan apa yang harus dilakukan jika terjadi efek yang tidak diharapkan atau tidak terjadi efek yang diharapkan.
APOTEKER
Apoteker mempunyai fungsi yang penting dalam sistem pelayanan kesehatan dalam hal :
  • Pengadaan: Memastikan tersedianya obat dengan kualitas yang baik, pada saat diperlukan
  • Distribusi: Memindahkan obat dengan aman kemanapun obat akan diberikan, memastikan kondisi perjalanan dan penyimpanan obat tidak mempengaruhi kondisi obat.
  • Peresepan: Apoteker sering diminta untuk memberikan obat bebas atau obat bebas terbatas untuk membantu pasien melakukan swamedikasi.
  • Monitoring: Apoteker perlu melakukan monitoring terhadap terapi jangka panjang pasien penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes dan asma.
Peran lain dari apoteker adalah melakukan :
  • Komunikasi dengan dokter: dalam melakukan konfirmasi resep atau menjawab pertanyaan
  • Mematuhi standar terapi, terutama yang berlaku secara lokal: apoteker di rumah sakit dapat diberi tanggungjawab untuk memastikan kepatuhan resep terhadap standar terapi. Terutama untuk regimen yang sifatnya kompleks seperti terapi kanker.
  • Penelitian terhadap pola peresepan dan penggunaan obat: Apoteker memiliki posisi yang strategis dalam melakukan monitor dan evaluasi terhadap peresepan dan penggunaan obat terutama di rumah sakit lokasi dia bekerja.
  • Edukasi pasien: Apoteker, pada umumnya, dipercaya oleh pasien dan dapat memberikan saran yang dihargai oleh pasien serta melakukan edukasi pada pasien secara individual atau edukasi kepada kelompok pasien dengan penyakit tertentu. (Sumber : Pionas BPOM)

29 November 2014

IONI mobile layanan Informasi Obat yang Inovatif dari PIONAS BPOM

Sesudah sekian lama tidak mengisi blog dunia farmasi, sudah waktunya, memulai lagi tulisan seputar dunia farmasi dan kesehatan.
Kita mulai dengan hasil pertemuan saya diundang Pusat Informasi Obat (PIONAS) BPOM, 28 November 2014 dalam rangka soft launching IONI (Infomatorium Obat Nasional Indonesia). Ada yang tahu dan pernah pake buku IONI sebagai referensi terpercaya dan independen mengenai obat yang beredar di Indonesia ?


Hmmm...kalau banyak yang belum saya ulas sedikit dan nanti sy kasih pranala (link) untuk unduh aplikasi mobile nya yang merupakan terobosan baru PIONAS BPOM dalam upaya meningkatkan akses informasi terstandar,  demikian menurut ibu Dra. Rita Endang, Apt, MKes sebagai Plt. Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan BPOM. Menurut ibu Rita, pengembangan aplikasi IONI melalui aplikasi mobile yang sesuai kebutuhan profesi kesehatan, khususnya Apoteker, sangat mendukung bidang Informasi Obat dan Makanan PIOM dalam melaksanakan layanan informasi obat sejalan dengan visi dan misi BPOM. Diharapkan buku IONI dan aplikasi mobile ini menjadi acuan utama bagimtenaga kesehatan di Indonesia untuk mendapatkan informasi obat.Manfaat IONI mobile ini adalah peningkatan penggunaan informasi obat yang LENGKAP, TIDAK BIAS, dan TERKINI, dengan akses yang lebih mudah.

Acara tersebut dihadiri oleh Sekjen IAI Bapak Noffendri, S.Si, Apt yang menyampaikan paparan tentang Pentingnya Akses Informasi Obat dalam Praktek Kefarmasian di Indonesia. Salah satu praktek kefarmasian yang dimaksud adalah pelayanan informasi obat sesuai UU Kesehatan no 36 tahun 2009 yang diturunkan dalam PP 51 tshun 2009. Apoteker memerlukan informasi yang dapst diandalkan, independen, terkini dan tidak bias oleh komersial. Dan yang paling penting dalam bahasa Indonesia karena masih banyak sumber informasi penting dalam Inggris yang sulit dipahami cepat untuk layanan di Apotek dan rumah sakit. Adanya IONI yang nantinya bentuk mobile sejalan dengan program Gerakan Keluarga Sadar Obat (GKSO) pengurus pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) melalui tagline DAGUSIBU yang merupakan kependekan dari DApatkan, GUnakan, SImpan dan BUang.

Selanjutnya ibu Tri Asti Isnariani, Apt, MPharm., sebagai pengagas inovasi pemanfaatan IONI mobile pada layanan informasi obat menjelaskan tentang situs IONI yang bisa diakses di situs BPOM disini. Dijelaskan juga simulasi IONI mobile versi Android dan IOS. Tentu saja versi mobile ini masih tahap beta sehingga masih banyak yang harus diperbaiki. Inilah saatnya sejawat Apoteker, dokter dan profesional lainnya memberikan saran dan masukan bagi perbaikan layanan yang diharapkan untuk membantu pekerjaannya.
   


Beberapa foto kegiatan Sosialisasi soft launching IONI mobile :


Berikut ini link utk install IONI versi mobile. Semoga membantu teman-teman di Pelayanan utk mendapatkan info obat yg obyektif dari BPOM. 

Selamat mencoba layanan IONI mobile. Silahkan kirim saran dan kritik membangun via blog ini atau via BBM channel Apoteker Indonesia dengan menambahkan PIN C004BB469. 

Share/Save/Bookmark

31 Desember 2013

Resolusi tahun 2014

Selamat tinggal 2013 yang penuh kenangan, selamat datang 2014 yang penuh harapan baik, indah dan menyenangkan.

Untuk tahun 2014 sebuah janji untuk melakukan perubahan diri
  1. Untuk menjadi kuat agar tidak ada yang bisa mengganggu kedamaian pikiran saya
  2. Untuk berbicara tentang kesehatan, kebahagiaan dan kesejahteraan kepada setiap orang yang saya temui
  3. Untuk membuat semua sahabat saya berpikir bahwa saya berpikir bahwa mereka memiliki potensi
  4. Untuk memandang segala hal dari sisi yang baik dan mewujudkan optimisme saya.
  5. Untuk berpikir tentang yang terbaik, bekerja untuk yang terbaik, dan mengharapkan yang terbaik.
  6. Untuk bersikap antusias terhadap kesuksesan orang lain seperti saya antusias terhadap kesuksesan saya sendiri.
  7. Untuk melupakan kesalahan masa lalu dan meneguhkan hati untuk meraih kesuksesan yang lebih tinggi di masa depan.
  8. Untuk selalu menampakkan air muka bahagia dan memancarkan senyum kepada setiap mahluk hidup yang saya temui.
  9. Untuk menyediakan banyak waktu bagi perbaikan diri agar saya tidak memiliki waktu untuk mengkritik orang lain.
  10. Untuk menjadi terlalu lapang dada untuk khawatir, terlalu mulia untuk marah, terlalu berani untuk takut, dan terlalu bahagia untuk membiarkan masalah hadir.

Semoga keluarga, para mentor dan teman-teman mendukung saya. Amien.

Share/Save/Bookmark