Langsung ke konten utama

Pos

Peran Dokter dan Apoteker Dalam Proses Penyerahan Obat

Buat para konsumen kesehatan yang belum bisa membedakan peran antara dokter dan apoteker, berikut penjelasannya :

DOKTER
Dokter bertanggungjawab terhadap hal-hal berikut :Diagnosis: dengan memastikan diagnosis yang tepat yang dijelaskan kepada pasien, kepatuhan terhadap terapi akan lebih baikPeresepan: Dengan meresepkan obat dalam jumlah sesedikit mungkin dan menerangkan tujuan penggunaan dari masing-masing obat kepada pasien, pengertian pasien akan meningkat.Informasi obat: Pemberi resep harus menerangkan bagaimana cara pakai setiap obat, efek samping yang mungkin terjadi, dan apa yang harus dilakukan jika terjadi efek yang tidak diharapkan atau tidak terjadi efek yang diharapkan.APOTEKER
Apoteker mempunyai fungsi yang penting dalam sistem pelayanan kesehatan dalam hal :Pengadaan: Memastikan tersedianya obat dengan kualitas yang baik, pada saat diperlukanDistribusi: Memindahkan obat dengan aman kemanapun obat akan diberikan, memastikan kondisi perjalanan dan penyimpanan obat tidak mempe…
Pos terbaru

IONI mobile layanan Informasi Obat yang Inovatif dari PIONAS BPOM

Sesudah sekian lama tidak mengisi blog dunia farmasi, sudah waktunya, memulai lagi tulisan seputar dunia farmasi dan kesehatan. Kita mulai dengan hasil pertemuan saya diundang Pusat Informasi Obat (PIONAS) BPOM, 28 November 2014 dalam rangka soft launching IONI (Infomatorium Obat Nasional Indonesia). Ada yang tahu dan pernah pake buku IONI sebagai referensi terpercaya dan independen mengenai obat yang beredar di Indonesia ?

Hmmm...kalau banyak yang belum saya ulas sedikit dan nanti sy kasih pranala (link) untuk unduh aplikasi mobile nya yang merupakan terobosan baru PIONAS BPOM dalam upaya meningkatkan akses informasi terstandar,  demikian menurut ibu Dra. Rita Endang, Apt, MKes sebagai Plt. Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan BPOM. Menurut ibu Rita, pengembangan aplikasi IONI melalui aplikasi mobile yang sesuai kebutuhan profesi kesehatan, khususnya Apoteker, sangat mendukung bidang Informasi Obat dan Makanan PIOM dalam melaksanakan layanan informasi obat sejalan dengan visi d…

Resolusi tahun 2014

Selamat tinggal 2013 yang penuh kenangan, selamat datang 2014 yang penuh harapan baik, indah dan menyenangkan.

Untuk tahun 2014 sebuah janji untuk melakukan perubahan diri
Untuk menjadi kuat agar tidak ada yang bisa mengganggu kedamaian pikiran sayaUntuk berbicara tentang kesehatan, kebahagiaan dan kesejahteraan kepada setiap orang yang saya temuiUntuk membuat semua sahabat saya berpikir bahwa saya berpikir bahwa mereka memiliki potensiUntuk memandang segala hal dari sisi yang baik dan mewujudkan optimisme saya.Untuk berpikir tentang yang terbaik, bekerja untuk yang terbaik, dan mengharapkan yang terbaik.Untuk bersikap antusias terhadap kesuksesan orang lain seperti saya antusias terhadap kesuksesan saya sendiri.Untuk melupakan kesalahan masa lalu dan meneguhkan hati untuk meraih kesuksesan yang lebih tinggi di masa depan.Untuk selalu menampakkan air muka bahagia dan memancarkan senyum kepada setiap mahluk hidup yang saya temui.Untuk menyediakan banyak waktu bagi perbaikan diri agar sa…

Fitur dan Spesifikasi Honda Mobilio

Pada ajang Indonesia International Motor Show 2013 ini juga, konsumen sudah dapat melakukan booking terhadap model Honda Mobilio ini. Target pemesanan selama IIMS adalah 2500 mobil.
Honda Mobilio barangkali menjadi ikon tersendiri di dunia otomotif Indonesia, pasalnya belum pernah Honda mempersembahkan MPV murah pada konsumen, ya tau sendiri MPV Honda macem Freed dan Stream harganya diatas 200 juta, nah si Mobilio ini kabarnya bakal di banderol 150-180 jutaan, wow !!!. Satu hal yang menjadi sorotan adalah biasanya Honda menyajikan sesuatu yang joss untuk para konsumennya, meski ya bisa dikata memang mahal, namun yang satu ini, murah kira-kira masih Joss nggak ya? Hehehe, simak berikut gan!
Spesifikasi Honda MobilioSpesifikasiTipe S M/TTipe E MTTipe E CVTMesin1.5 L SOHC 4 Silinder, 16 valve I-VTEC, PGM-FIDimensiTinggi 4,39 m, Lebar 1,68 m, Tinggi 1,61 mBanBan 185/65 R15Velg15 Inchi Trim Wheel15 Inchi Alloy WheelAirbag

Rem ABS

Seminar Nasional Farmasi "POSITIONING Apoteker dalam penjaminan Cost-effectiveness Pengobatan di era SJSN"

Mencapai 1 Januari 2014 bukanlah waktu yang lama. Saat itu, sistem asuransi  kesehatan akan mengalami transformasi yang signifikan.

Sekitar 90 juta penduduk akan ditanggunggarakamerintah. Penghematan biaya kesehatan menjadi hal yang tidak bias ditawar lagi. HARUS dilakukan!!!
OBAT dalam pelayanan kesehatan sudah pasti harus juga ditekan pembiayaannya. Tidak harus selalu murah tapi harus RASIONAL penggunaannya, cost-effective, sesuai kebutuhan dan sesuai clinical pathway penyakit yang harus diatasi.

Apoteker adalah profesi yang berwenang dan berkompeten dalam praktek kefarmasian, termasuk OBAT di dalamnya. Bagaimanakah gerangan apoteker bisa berperan dan memposisikan dirinya secara tepat di Era SJSN? Seperti apa clinical pathway itu? Bagaimana sistem Casemix yang akan berlaku, bias membantu kita dalam berperan lebih banyak di dunia kesehatan?
Untuk menjawab pertanyaan diatas, para alumni Farmasi ITB bekerjasama dengan Sekolah Farmasi ITB  telah  berhasil melaksanakan Seminar Nasional F…

SK Ikatan Apoteker Indonesia no 090 tentang jasa Apoteker RS

Berita paling baru dari Ikatan Apoteker Indonesia untuk diketahui para praktisi Apoteker di Rumah Sakit. Silahkan dikomentari dan didiskusikan disini ya...


SK Ikatan Apoteker Indonesia no 090 tentang jasa Apoteker RS from Nofa FFG

Apoteker Bisa Bantu Tekan Harga Obat

Apoteker diminta memperkuat dan mendukung program Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) terutama dalam menekan biaya obat dengan cara menerapkan penggunaan obat secara rasional. Pasalnya, dari komponen biaya  (biaya rumah sakit, perawatan,  obat, laboratorium, dan sebagainya), obatlah yang  menempati peranan terbesar terhadap besaran biaya kesehatan. “Apoteker mempunyai otentisitas dan profesionalitas sendiri di dalam pelayanan obat-obatan dan mencegah penggunaan obat yang tidak rasional. Juga memberikan edukasi dan informasi kepada pasien atau konsumen sehingga penggunaan obatnya tepat,” kata Dirjen BinFar dan Alkes Kementerian Kesehatan Maura Linda Sitanggang, di sela-sela Seminar “Positioning Apoteker Dalam Penjaminan Cost-effectiveness Pengobatan di Era SJSN” di Jakarta, Rabu (4/4). Dijelaskannya, peran apoteker telah dimulai sejak pemilihan obat yang tepat untuk masing-masing penyakit dan kondisi pasien. Selain itu, peran  apoteker juga penting dalam memantau penggunaan obat oleh…